Wednesday, September 5, 2007

Konten Inovatif untuk Pelanggan 3G

Memantau isi rumah dari jarak jauh, kini bukan perkara sulit. Lebih dari sekadar memantau rumah secara langsung dari ponsel, Anda juga bisa melakukan komunikasi secara langsung dengan keluarga yang ada di rumah, setiap saat.
Untuk layanan ini, Anda cukup memasang video kamera (webcam) di satu ruangan yang akan dipantau. Selanjutnya webcam tadi dihubungkan dengan satu perangkat yang didalamnya terdapat simcard. Saat Anda mengkontak simcard, webcam akan aktif.
Apa yang ditangkap webcam akan ditransmisikan--dengan menggunakan jaringan 3G--, ke ponsel Anda. Layanan ini, sepintas mirip dengan video call atau video conference. Karena orientasi layanan ini adalah pemantauan atau pengawasan, layanan ini populer dengan sebutan video surveilances.
''Layanan video surveilances memungkinkan kita melakukan pemantauan dari jarak jauh menggunakan jaringan 3G,'' kata GM Bisnis Inkubator Telkomsel, Dedy Suherman. Dedy memperkenalkan layanan ini saat peluncuran layanan 3G Telkomsel, di Pontianak pekan lalu.
Saat itu Dedy melakukan ujicoba pemantauan di dalam rumah, ruang kerjanya, mobil serta kondisi lalu lintas di jalan Gatot Subroto, Jakarta yang dipantau melalui webcam di jendela ruang kerjanya. Kualitas gambar yang ditampilkan, tak berbeda jauh dengan gambar yang ditampilkan saat kita melakukan video call, video conferance atau menikmati video portal pada layanan 3G Telkomsel.
Tak hanya memantau secara pasif, maksudnya hanya menampilkan gambar yang tertangkap kamera, pengguna juga bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang tertangkap kamera secara langsung. Yang menarik, pemantauan bisa dilakukan dimana saja, kapan saja. ''Karena video surveilance berbasis 3G, tentu saja bisa dilakukan di area-area yang telah tersedia coverage 3G,'' papar Dedy.
Untuk bisa menikmati layanan ini, Dedy menyebut tak diperlukan perangkat pendukung yang sulit diperoleh. Pengoperasian layanan disebutnya juga user friendly. ''Pengguna ponsel bisa mengoperasikan layanan ini,'' paparnya. Ihwal komersialisasi layanan, Dedy belum bersedia mengungkapkan kapan waktunya.
Kehadiran video surveilances makin memperkaya konten berbasis video pada layanan seluler berteknologi 3G. Sebelumnya pelanggan 3G bisa menikmati video call, video conference, mobile video, termasuk didalamya TV Streaming dan Live TV.
Konten lain yang berbasis video dan bakal mewarnai ponsel pelanggan seluler adalah video ring back tone (VRBT). VRVT merupakan evolusi dari RBT. Bila RBT berbasis suara, VRBT merupakan nada sambung berbasis video. VRBT mengkonvergensikan layanan data, suara dan video.
Makin meluasnya pengguna layanan 3G, telah mendorong para pengembang teknologi mengembangkan aplikasi guna mendukung kehadiran konten-konten baru. Dilithium, misalnya. Vendor ini menawarkan VT-Ring, suatu aplikasi untuk mendukung layanan video rimg back tone (VRBT).
Dilitium mengklaim bahwa VT-Ring mampu menggabungkan antarmuka yang lebih baik, untuk mendapatkan transisi cepat stream video dari klip video ke percakapan video secara real time (real time video conversation) tanpa ada penundaan apapun dari transisi panggilan tersebut.
Para pelanggan VT-Ring dapat mempersonalisasikan pengalaman melakukan panggilan telepon dengan melakukan konfigurasi klip video musik, atau klip video pribadi, dengan cara mempersonalisasi nada sambung mereka. Klip-klip media dapat diterapkan secara spesifik untuk individual, keluarga, grup, atau dapat juga digunakan untuk sistem seleksi media otomatis.
VP of Worldwide Sales and Support, Dilithium Gerard Delaney menyebut Asia Pasifik sebagai pasar potensial untuk layanan multimedia. Bekerjasama dengan Exelcomindo Pratama, Dilithium menawarkan berbagai layanan video seperti video mail, video conferencing, dan video call center.
Untuk layanan video, kata Delaney, XL didukung dengan Asia Quattro Net, DTG 2000 multimedia gateway milik Dilithium dan IP Versera ICE Video Solutions Platform milik Unity-Glenayre. "Saat ini XL menawarkan sejumlah layanan media, termasuk video portal. DTG 2000 akan memungkinkan XL untuk membangun generasi selanjutnya dari jaringan voice-video terpadu dan menciptakan peningkatan layanan yang memiliki nilai tambah,'' kata Delaney.
Layanan video portal ini memungkinkan konsumen menonton acara TV secara langsung dan mengakses berita serta informasi keagamaan. Dengan antarmuka video interaktif mereka dapat mencari dengan pilihan yang luas, menonton klip yang diinginkan dan bahkan membeli beberapa diantaranya.
m-KomikLayanan lain yang tak kalah serunya adalah mobile komik (m-Komik). Dua pekan lalu, Telkomsel menandatangai kerjasama pengembangan m-Komik dengan komunitas komik Indonesia. ''Kami berharap momenini bisa menjadi titik awal kebangkitan industri komik indonesia. Ide yang dimotori Telkomsel ini murni merupakan hasil karya anak bangsa baik dari sisi kontennya maupun aplikasinya,'' kata Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja.
Ada sejumlah thema komik yang akan ditampilkan, seperti tema Wayang, Humor, Silat, Superhero, Drama, Anak-anak, dan Petualangan. m-Komik sendiri di desain agar user friendly. Pada m-Komik ini, pelanggan tidak hanya disuguhi tampilan yang bersifat statis seperti di mobile book (m-Book). Layanan ini akan dikembangkan lebih atraktif dibanding tampilan komik tradisional dalam bentuk buku. Maksudnya, tampilan komik juga akan ddilengkapi suara dan animasi sehingga lebih hidup dan lebih menyentuh emosional pembaca. Karakter jagoan dalam komiknya bisa dijadikan wall paper.
m-Komik, sekaligus juga menjadi wahana komikus berkreasi. Apalagi serbuan komik asing--terutama Jepang--, semakin agresif. Lesunya pasar komik nasional (cetak), mendorong para seniman memilih untuk berkarya di dunia maya, baik melalui portal khusus maupun blog. Dari dunia maya, lahir berbagai karya seperti Tita's playground (karya Dwinita Larasati) atau Gibug dan Oncom (karya Wisnoe Lee). Melalui m-Komik, Telkomsel ingin menggairahkan kembali industri komik nasional. ''Sekaligus melindungi karya-karya komikus dari aksi pembajakan,'' kata Kiskenda.

Republika